LAPTOP KITA

<><><><><><><><><>


dhianofie

Advertisements

dhianofieJ

u

s

t


C

l

i

c

k

i

T

!

Tampilan sebagian kecil kekejian zionis terkutuk Israel dalam serangan sejak 27 Desember 2008 silam. Ada banyak hal yang tidak dapat kita katakan seputar tragedy kemanusiaan yang menyayat hati kita. Kita terlalu lemah. Hanya doa…. Dan biarkan Allah yang mengaturnya.


Terkutuklah kau Israel, Terkutuk juga kau Amerika!

MIDEAST-ISRAEL-PALESTINIAN-CONFLICT-GAZA

MIDEAST-PALESTINIAN-ISRAEL-CONFLICT-GAZA

MIDEAST-PALESTINIAN-ISRAEL-CONFLICT-GAZA

PALESTINIANS-ISRAEL/VIOLENCE

PALESTINIANS-ISRAEL/VIOLENCE

MIDEAST-PALESTINIAN-ISRAEL-CONFLICT-GAZA

MIDEAST-PALESTINIAN-ISRAEL-CONFLICT-GAZA

MIDEAST ISRAEL PALESTINIANS

MIDEAST ISRAEL PALESTINIANS

PALESTINIANS-ISRAEL/VIOLENCE

PALESTINIANS-ISRAEL/

aptopix MIDEAST ISRAEL PALESTINIANS

PALESTINIANS-ISRAEL/VIOLENCE

aptopix MIDEAST ISRAEL PALESTINIANS

MIDEAST ISRAEL PALESTINIANS

MIDEAST-PALESTINIAN-ISRAEL-CONFLICT-GAZA

Assalamu ‘alaikum Wr.Wb.

Untuk Keluarga Besar RAMENDS, Insya Allah pada bulan Rabiul Awal 1430 H yad (kira2 bln Maret 2009) saat HAUL Ramends akan kita bangkitkan, dengan melakukan beberapa kegiatan, terutama pembentukan dan pengukuhan kepengurusan Ramends, membangkitkan kembali beberapa kegiatan seperti Club Sepak Bola Ramends yang pernah ada, dan beberapa kegiatan lainnya, mohon dukungan dan partisipasi semua pihak. Untuk maksud tersebut serta utk lebih realistisnya keanggotaan Ramends, kepada semua keluarga besar Ramends dimohon utk menyampaikan data pribadi yang meliputi :

1. Nama:___
2. Tempat tanggal lahir:___

3. Pendidikan:___

a. SD

b. SLTP

c. SLTA

d. PT dan seterusnya

4. Pekerjaan:____
5. Nama Orang Tua:____

a. Ayah:____

b. Ibu:____

6. Status Perkawinan:_____

7. Bila sudah Kawin:_____

8. Nama Istri/Suami:____

-Tempat tanggal lahir:____

-Pekerjaan:____

-Nama Anak:____

1:____

2:____

9. Alamat Sekarang:___

Telp./HP:___

Email:___

Blog:___

10. Lain-lain:____

Untuk informasi lebih lanjut, hubungi_

Rudy Purnama S. : 081917301982
Arifin : 081805271636

Terima kasih atas segala perhatian, semoga Allah SWT selalu Melindungi dan Memberkahi Kita semua.

Wassalamualaikum Wr.Wb

PS, __Anda juga Bisa mengisi biodata pada ruang komentar yang tersedia dibawah ini. Kami tidak akan meng-approve-nya akan tetapi menyimpan untuk diedit seperlunya sebelum dikumpulkan pada halaman yang akan ditentukan kemudian.

Mohon kerjasamanya…..

 Seperti teriris hati ini karena di tahun yang baru 
 tidak merasakan nuansa apapun kecuali sedih dan perih.... 
sepeninggalnya.
Baca: Baru di Tahun Pilu

Namun itu cerita lain. Pribadi. Disini saya ingin sedikit menggerutu tentang kontrasnya perayaan tahun baru 1 Muharram dengan 1 Masehi yang dalam kenyataannya Indonesia mayoritas berpenduduk Muslim. Sudah banyak kali sesungguhnya hal ini didengungkan oleh  orang-orang yang prihatin. Namun sejauh ini kemeriahan perayaan tahun baru 1 muharram tidak akan pernah sebanding dengan kemeriahan perayaan tahun baru Masehi yang notabene lebih bertendensi milik jemaat non Muslim.

Ada beberapa organisasi maupun instansi pemerintah yang sudah mulai menggalakkan perayaan tahun baru 1 Muharram dengan mengadakan acara atau program yang lebih mengarah kepada makna tahun baru itu sendiri, seperti doa bersama,  perlombaan-perlombaan yang bernuansa pendidikan dan lain-lain. Ini patut disyukuri karena cara perayaannya lebih sakral sehingga tidak menjadikannya sebagai ajang pelesetan untuk melekukan hal-hal yang menyimpang dari makna, tujuan perayaan maupun Standart Operating System yang ada (Al-Quran)

Perayaan tahun baru tepatnya kita jadikan sebagai moment untuk mengheningkan diri, mengingat-ingat dan mengobrak-abrik tumpukan catatan kemarin, mensortir dan kemudian menimbang berat mana hitam dengan putih dari prilaku kita selama setahun lalu.

Tapi anehnya, sangat banyak generasi kita yang tidak tahu-menahu eksistensi tahun baru 1 Muharram apalagi lantas merayakan sekaligus memetik hikmah dibaliknya, untuk apa, kenapa dan pada akhirnya bagaimana…. Bagi pribadi saya permasalahan ini tidak terlalu memeningkan karena dalam realitas perayaan tahun baru Masehi justru dirayakan dengan pelanggaran-pelanggaran hukum baik Undang-undang Negara maupun Agama.  Larinya kepada masalah kebiasaan nenek moyang kita yang tidak pernah merayakannya  hingga kemudian menjadi adat dan kebudayaan turun temurun dan lalu disakralkan menjadi suatu keharusan meski ini terkadang akan menjadi seperti beberapa contoh adat dan kebiasaan buruk pada beberapa jenis masyarakat dalam suku bangsa.

Merujuk kepada fatwa MUI yang mengharamkan memberi ucapan Selamat Natal kepada teman yang beragama Kristen, penyampaian ucapan Selamat Tahun Baru mungkin lebih bersifat umum dan netral. Tidak ada penekanan Haram.  Apapun keadaannya saya pribadi tidak lagi pernah  mengirim sms natal kepada beberapa gelintir teman akrab yang beragama Kristen. Oleh itu kali ini meski masih dalam nuansa rasa yang tengah sangat kehilangan sesorang, saya tak ingin ketinggalan. Tapi jauh sebelumnya saya mengutamakan untuk berucap ” Selamat Tahun Baru 1 Muharram 1430 Hijriyah” Semoga di  tahun yang baru anda mendapatkan sesuatu yang baru dan lebih baik dari tahun kemarin.

Berkurang sudah jatah usia kita. Semoga kita tidak saja menjadi tua dan mati tanpa pernah berbuat baik untuk diri dan sesama. “Selamat tahun Baru 1 Januari 2oo9”

ramendsTampi asih seagung-agungnya atas atensi dan kunjungan para Ramender ke Blog ini. Namun kayaknya ada hal-hal yang harus menjadi perhatian Kita, terkait dengan tata cara yang mungkin belum Kita maklumi.

Bahwa seyogyanya;

– Jika ada uneg-uneg yang lebih mengarah kepada masalah-masalah yang lebih panjang dan kompleks silahkan dikemas dalam bentuk artikel yang kemudian akan kita publish menjadi postingan agar para Ramender yang masuk ke Blog ini akan dengan mudah mengaksesnya.

-Mohon tidak menggunakan hurup kapital dalam setiap komentar kecuali pada kata-kata tertentu dimana Kita merasa (?) perlu melakukannya seperti penulisan Nama Tuhan dan lain-lain. Hal ini sudah menjadi ketentuan tak tertulis dalam Dunia Interaksi para Netter. Kecuali tulisan dalam postingan.

-Secara Pribadi Kami melihat begitu banyak potensi yang dimiliki para junior Ramender. Kita berharap ini bisa diterapkan dalam Blog. Spesifikasi makna yang Kami maksud adalah menyampaikan opini dan ataupun aspirasi dalam bentuk tulisan dengan mengikuti kaidah Bahasa Indonesia yang baik dan benar, dengan gaya penyampaian yang dewasa, tidak menimbulkan hal-hal yang bakal mencipta fitnah, melanggar hukum, pornografi dan lain-lain.

-Mengingat dan mengetahui bahwa sebuah Blog adalah seperti sebuah situs berita yang dicanangkan untuk terus di update, maka dimohon kepada segenap Ramender agar berkenan meluangkan waktu untuk menulis. Dunia Blogger akan mentertawakan eksistensi Blog Kita apabila tidak di Update paling tidak Tiga sampai Empat postingan setiap bulan. Kalaulah mungkin Kami mampu, ada waktu cukup, mood yang baik- tanpa dominasi sedih seperti sekarang ini- mungkin saja Kami bisa melakukannya dengan satu catatan tulisan-tulisan tersebut bukan murni mengenai apa dan bagaimana Mendane dan Ramends.

-Ada banyak Kategori yang bisa Kita buat untuk mengarahkan sebuah tulisan, bergantung kepada tema tulisan itu sendiri. Misalnya Berita, Sasak, Lombok, Opini, Agama, Teknologi, Olah raga bahkan sampai kepada Lelucon. Kami tertarik dengan yang terakhir ini dimana Kita memiliki Istilah “Nenggocoh Mendane” (Kami tertarik untuk membahas hal ini nanti). Kita bisa menyusun sebuah skenario dan tema tulisan dari apa yang sering menjadi kebiasaan dalam keseharian masyarakat Kita yakni kejadian-kejadian lucu karena adanya karakter kolektif (Doyan Bejorak) yang menurut Kami sesungguhnya cukup positif dan bermanfaat dari segi Psikologis maupun sosiologis untuk membina sebuah interaksi yang selalu ceria antara setiap anggota masyarakat asal, tidak berlebihan. Mohon jangan keburu salah sangka dan lalu ‘jump to conclution’ dalam soal ini sebab Kami juga pernah menjadi bagian dari keseharian masyarakat ini. Justru inilah saatnya -saat sedih merajai- Kami sangat merindukan ratusan moment goloh yang pernah Kami aksikan dengan sebagian besar masyarakat Mendane bukan saja dengan Yahya al-Kalimi, Miin Ariyanie, Pak jeny, Pak kadus, Wayah Kar dan bahkan Almarhum Nininda A. Masitah ( semoga sudah tenang bersama kasih Allah disana, amin)

-Hal-hal mengenai pemindahan kekuasaan (Blog Author) dan lain-lain sudah dan akan terus diselenggarakan dengan cara seksama dalam tempo sesingkat-singkatnya. Masih adanya kekeliruan disana sini adalah permasalahan jangka panjang yang menjadi tugas Kita semua untuk memberikan masukan-masukan pada titik-titik yang akan ditentukan kemudian hingga Blog ini di-Upgrade dan berubah menjadi http://www.ramends.com

Akhirnya dari jauh, Kami sentiasa berharap agar para Ramender memberi bantuan doa agar cobaan hidup Kami bisa mengambil cuti meski sejenak. Marak base Mendane “Nyaaaangken lalok ndarak angente bejore sik unin sede ate angen)

Terimakasih, mohon maaf dan Salam Ramends!

Ramends, pada akhirnya membuat Saya sedikit berpikir keras. Setelah beberapa informasi tertampung dalam memory, Saya merasa bahwa para Ramender sepertinya harus “Duduk Bersama” guna menyamakan persepsi dan konsep. Saya mendapati banyak arti atau Kepanjangan yang berseliweran dari beberapa sumber yang memang notabene adalah anggota dan bahkan pentolan-pentolan Ramends. Antara lain dibawah ini dapat Saya kronologikan:

1) Ramend = putRa Mendane
2) Ramend = Remaja Mendane
3) Ramend = Remaja Masjid Mendane

Itu tampa bubuhan “S”

Saya mendapati bebarapa Kepanjangan lagi ketika disana ada “S’

1) Ramends = Remaja Masjid Mendane sholeh
2) Ramends = Remaja Masjid Mendane solah
3) Ramends = putRa Mendana Senyiur
( yang satu ini memang diakui gak nyambung banget.

Lalu….

Pada saat dikatakan bahwa “S’ disana menunjuk kepada makna pluralitas dari segi kuantitas keanggotaan, finalnya Saya menemukan sedikit kejanggalan antara pemakaian grammer bahasa Inggris dengan Kepanjangan Ramends itu sendiri.

Ramend pada awalnya adalah sebuah kata bentukan. Ramend    hanya sebuah kosa kata (yang jika tampa “S”) tentunya  hanya sebentuk mufradat yang tak menunjuk kepada jumlah yang banyak.  Akan tetapi ketika diberikan Kepanjangan mau tidak mau akan menunjuk kepada jumlah anggota yang tidak sedikit, ( Sebab anggota, Putera, atawa Remaja Mendane bukan satu dua orang). Ini satu.

Yang kedua, jika “S” disana sebagai penunjuk kepada jumlah yang banyak, otomatis bisa kita katakan secara mentah dengan pelafalan  ” Ramend- ramend” sebab Ramend itu sendiri bukanlah sebuah benda seperti Satu Meja = Table misalnya,  Meja-meja = Tables. Atau Satu Ramend = Ramend dengan Ramend-ramend = Ramends.

Ramends seperti diketahui adalah sebuah inisial dan atau singakatan dari putRa Mendana atawa Remaja Mendana yang mana untuk mengatakan jumlah putera/remaja yang banyak tidak bisa begitu saja dengan membubuhkan “S”. Karena yang seharusnya mendapat indikasi pemaknaan kepada jumlah yang banyak adalah Putera atau Remaja itu sendiri, Bukan Ramend.

Tentunya, apalah artinya semua yang Saya lontarkan ini karena wawasan dan ilmu yang Saya miliki terletak pada level yang sangat parah. Saya kembalikan segalanya kepada pihak-pihak berkompeten dengan tidak melupakan aspek profesioanalitas, karena bukan tidak mungkin kelak Ramends akan berkembang menjadi sebuah lembaga yang membanggakan….

Kemudian Saya terinspirasi mendadak dengan mengatakan “Ramender” untuk pertama kali saat mengirim SMS mengenai rencana pembuatan Blog ini kepada Saudara Sutaman. Hal ini mungkin (?)  Saya rasa tepat dan pengucapannya cukup keren sehingga memungkinkan lahirnya nuansa gaul dalam pengucapannya. Namun sekali lagi, semua terpulang kepada para  pionernya untuk menentukan keputusan. Hal ini sekaligus sebagai sebuah penghargaan tak terhingga kepada para pendirinya.


Salam Ramends…. dan mohon petunjuk!